Segelas Susu

“Pagi, Ma. Apa sarapan kita pagi ini?” tanya Rosa penuh semangat.

“Ini nih. Mama udah menyiapkan nasi goreng spesial untuk kamu. Oh iya, jangan lupa meminum susunya ya. Susu itu bagus untuk pertumbuhan kamu,” ucap  Mamanya kepada Rosa sambil menyodorkan sepring nasi goreng dan segelas susu.

“Hmm.. enak sekali, Ma. Baiklah, sepertinya aku harus pergi ke sekolah,” ucapku sambil menggendong tas yang berisi buku-buku pelajaran yang sudah ku siapkan.

“Ya sudah. Hati-hati ya, sayang,” ucap Mama sambil melambaikan tangan penuh kepada Rosa. Rosa pun membalas lambaian tangan Mamanya. Segera dia masuk ke dalam mobil dan pergi ke sekolah.

Ketika jam istirahat, Rosa mengecek tasnya. Rosa terkejut mmendapati ada sebuah kotak makanan yang berisi dua helai roti dan satu kotak susu. Rosa yakin mamanya pasti sudah menyiapkan ini semua untuknya.

“Terima kasih, Ma,” ucap Rosa lirih sambil tersenyum.

Besok paginya, Rosa bangun pagi-pagi. Segera dia bersiap diri untuk mandi dan mengganti bajunya dengan seragam sekolahnya. Setelah semuanya sudah siap, Rosa mengambil tasnya dan pergi menuju ke meja makan.

“Hai, Sayang. Sepertinya kamu semangat sekali pagi ini?” tanya Mamanya kepada Rosa yang duduk di atas kursi dengan penuh senyum ceria.

“Hai, Ma. Rosa lagi seneng aja karena hari ini ada pelajaran Olahraga. Rosa sudah tidak sabar lagi ingin main basket sepuasnya,” jawab Rosa penuh semangat.

“Bagus kalau kamu terus bersemangat sekolah seperti itu. Mama jadi senang melihatnya. Tapi sebelum kamu berangkat sekolah, jangan lupa untuk meminum segelas susu yang sudah mama siapkan untuk kamu,” ucap Mamanya sambil menyodorkan segelas susu untuk Rosa.

“Baiklah, Ma. Oh iya ma, kenapa kita harus minum susu setiap pagi?” tanya Rosa penasaran.

“Sayang, susu itu bagus untuk pertumbuhan kamu, apalagi kamu sekarang udah SMP. Susu sangat bagus untuk perkembangan tubuh kamu. Selain itu, susu juga bisa membuat kamu lebih pintar. Jadi, kamu bisa mencapai cita-cita kamu lebih tinggi,” jawab Mama menjelaskan.

“Oh, begitu. Baiklah, Ma. Rosa harus pergi ke sekolah dulu. Dah, Mama,” ucap Rosa sambil melambaikan tangan.

“Dah, Rosa. Oh iya, sayang. Mama sudah menyiapkan bekal untuk kamu. Mama sudah letakkan bekalnya di dalam tas kamu. Hati-hati di jalan ya, sayang,” Ucap Mamanya sambil melambaikan tangan.

Rosa pun memasuki mobil yang di kemudikan oleh Pak Dadang, supir pribadi ayahnya yang sangat setia dan baik hati kepadanya. Mobilnya pun mulai  melaju menuju sekolah.

Di sekolah saat pelajaran olahraga, Rosa mulai kelelahan setelah berlama bermain basket dengan teman-temannya. Kemudian, Rosa bergegas menuju tasnya yang di letakkan di dekat lapangan basket. Dia pun membuka bekal yang telah di siapkan oleh mamanya. Teman-temannya melihat rosa penuh heran.

“Kamu masih suka membawa bekal, Ros?” tanya salah satu temannya dengan muka sinis.

“Tentu saja. Mamaku sudah menyiapkannya untukku,” jawab Rosa dengan penuh semangat.

“Hello! Hari gini masih suka bawa bekal. Manja banget sih kamu. Dasar anak mama!”  ucap temannya yang lain penuh sindir.

Rosa merasa sedih saat teman-temannya menertawakan dia. Lalu, dia beranjak pergi dan melanjutkan makannya di tempat lain.

Waktu demi waktu pun terus bergulir. Tidak terasa Rosa sudah tumbuh besar. Sekarang dia sudah menduduki bangku SMA kelas 3. Pagi ini, dia terlihat sangat siap untuk pergi ke sekolah.

“Pagi, Ma,” sapa Rosa kepada Mamanya.

“Pagi, Sayang. Ini susunya, mama sudah siapkan buat kamu. Jangan lupa dihabisin ya,” ucap mama sambil menyodorkan segelas susu kepada Rosa.

“Ma, Rosa mulai bosan sama susu. Setiap pagi mama selalu saja membuatkan Rosa susu. Rosa kan sudah besar ma,” ucap Rosa sedikit kesal.

“Iya, Sayang. Mama tahu kok kalau kamu sudah besar. Tapi susu itu baik untuk semua umur, apalagi anak yang seumuran kamu,” ucap mamanya sambil membelai rambut Rosa dengan lembut.

“Baiklah, jika itu yang Mama mau,” jawab Rosa sedikit kesal.

Setelah mengahabiskan segelas susunya, Rosa pun segera pergi menuju ke mobil dan meluncur ke sekolahnya. Namun, dia tidak mengucapkan salam kepada mamanya karena beliau sudah membuat hatinya kesal.

Hari demi hari pun terus berganti. Setiap pagi selalu ada satu hal yang tidak pernah berubah pada hidup Rosa. Meminum segelas susu yang telah dibuatkan oleh mamanya. Dan setiap pagi juga rasa kesal karena harus memaksakan diri untuk menghabiskan susu tersebut pun selalu menemaninya setiap pagi, tepat sebelum berangkat ke sekolah. Namun, mamanya tiada henti memberikan segelas susu tersebut kepada anaknya. Susu yang telah dibuat dengan rasa kasih saying yang tulus membuat mamanya tidak pernah lelah memberikan segelas susu tersebut setiap pagi kepada Rosa.

Bumi terus berputar dan waktu pun bergulir begitu cepat. Tahun demi tahun oun mewarnai kehidupan remaja Rosa yang sekarang sudah beranjak dewasa. Sekarang Rosa sudah bekerja di salah satu perusahaan Negara yang terkenal di Indonesia. Dan hari ini adalah hari pertamanya dia bekerja.

“Pagi, Ma,” ucap Rosa kepada mamanya sembari meletakkan tas beserta data-data yang ada di dalam mapnya di atas meja.

“Pagi, Sayang. Jangan lupa sarapan dulu ya sebelum berangkat kerja. Oh iya, jangan lupa minum susunya ya, Sayang. Biar kamu tambah semangat. Lagipula, hari ini kan hari pertama kamu bekerja,” ucap mamanya sambil memberikan segelas susu kepada Rosa lalu beranjak duduk disampingnya.

“Susu lagi? Ma, dengar ya? Rosa ini udah dewasa, Ma. Perlu ya Rosa harus minum susu setiap pagi. Rosa enggak mau minum susu terus setiap pagi, Ma. Rosa bukan anak kecil lagi,” bentak Rosa yang tiba-tiba berdiri dan mengambil tas kerja serta mapnya.

“Tapi, Mama sudah siapkan ini untuk kamu, Rosa. Mama cuma ingin kamu…”

“Alah.. Sudahlah, Ma. Rosa sudah engga butuh susu lagi,” belum selesai mamanya berbicara namun Rosa sudah memotongnya dan pergi dari rumahnya tanpa permisi. Mamanya hanya bisa bersabar mennghadapi sikap Rosa yang semakin dewasa semakin keras kepala it.

Besok paginya, hal yang sama juga terjadi lagi. Kali ini Rosa bukan hanya membentak mamanya untuk tidak memberikan susu kepadanya setiap pagi.

“Sayang. Apa salahnya sih kamu minum susu ini. Susu itu baik lho untuh pertumbuhan kamu,” ucap mamanya lembut.

“Tumbuh Mama bilang? Ma, Rosa ini sudah dewasa. Masa tumbuh dewasa sudah berakhir sejak Rosa remaja. Jadi, Rosa enggak butuh lagi susu ini,” bentak Rosa kepada mamanya.

Pranggg…. Suara gelas yang dipegang oleh mamanya pun pecah karena dibanting oleh Rosa. Mamanya hanya bisa bersabar dan menangis melihat sikap anaknya seperti itu. Rosa pun tiba-tiba pergi begitu saja tanpa berpamitan kepada mamanya.

Jam istiraht pun tiba. Rosa dan teman kantornya pergi menuju ke kantin untuk menikmati makan siang. Rosa dan salah satu teman ceweknya memesan makanan yang ada di kantin tersebut. Namun, Rosa merasa heran melihat teman lelakinya yang hanya memesan minum tanpa memesan makanan.

“Kok kamu enggak pesan makanan juga, Ndi? Lagi sariawan ya?” goda Cindra, teman cewek Rosa yang sedang duduk disampingnya.

“Oh, enggak kok. Aku baik-baik saja. Lagipula, untuk apa aku memesan makanan disini. Ibuku sudah menyiapkan bekal untukku. Perlu kalian tahu ya, masakan seorang ibu adalah masakan yang paling enak sedunia,” jawab Andi penuh rasa bangga.

Mendengar ucapan Andi, Rosa pun teringat kebiasaan mamanya yang selalu menyiapkan segelas susu untuknya di pagi hari. Rosa merasa sangat bersalah terhadap apa yang sudah di lakukannya kepada mamanya tadi pagi. Tiba-tiba, Rosa beranjak dari kursi kantin dan berlari menuju lapangan parkir. Dia memutuskan untuk kembali ke rumah sebentar.

“Ma, dimana? Ini Rosa, Ma?” teriak Rosa ketika dia memasuki rumahnya. Dia teringat kalau mamanya sangat suka sekali pergi ke taman belakang rumah. Segera Rosa beranjak menuju ke taman di belakang rumahnya.

“Rosa? Kenapa kamu sudah balik dari kantor? Apa kamu tidak enak badan?” tanya mamanya penasaran.

“Ma, maafin Rosa ya. Akhir-akhir ini Rosa sudah berbuat kasar sama Mama. Rosa sudah berani melawan Mama, membentak Mama, bahkan  berani untuk membanting sebuah gelas di depan Mama. Rosa benar-benar bersalah, Ma. Maafin Rosa ya, Ma?” ucap Rosa sambil tertunduk menangis di pelukan mamanya.

“Sayang, Mama mengerti sekali kamu bersikap seperti itu. Mama juga tahu kalau sebenarnya kamu juga bosan dengan susu yang setiap hari Mama berikan padamu, tapi itu adalah bukti dari sebagian kecil kasih sayang Mama untukmu, Rosa. Mama tidak akan pernah lelah untuk  merawatmu dengan penuh kasih sayang,” ucap mamanya lembut sambil mengusap air mata yang membasahi pipi Rosa.

“Terima kasih ya, Ma. Rosa baru sadar bahwa selama ini Mama sangat peduli terhadap Rosa. Maafin Rosa kalau akhir-akhir ini Rosa sedikit egois. Besok pagi Rosa ingin Mama membuatkan sarapan special untuk Rosa dan segelas susu yang segar ya, Ma,” ucap Rosa tersenyum.

“Iya, Sayang. Tanpa kamu harus meminta pun Mama pasti mau membuatkannya untukmu,” ucap mamanya lalu kembali memeluk Rosa.

About rizkaamaliakurniawati

One of the student from SMAN Sumatera Selatan (Sampoerna Academy).. :D

Posted on December 2, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • %d bloggers like this: